Bangun

Ada hal-hal tidak mengenakkan, saat kenyataan berkata aku harus kembali menjalani rutinitas setelah reses. Aku harus bangun dari tidur panjang ini dan segera beranjak menyiapkan semuanya dari awal. Ada masa-masa dimana aku merasa sejajar, terhormat, tak lagi terkekang, peningkatan posisi tawar, bebas. Ada masa saat aku tidak melakukan apa-apa, santai, hanya berayun kaki dan beradu dengkuran dengan angin. Masa istirahat ini benar-benar mimpi menjadi nyata, meski aku tak yakin seberapa jauh pencapaian ini dilakukan. Setidaknya aku yakin beberapa orang mengamini keadaanku sebelum mimpi ini dimulai. Tapi, tak sedikit aku yakini akan berpaling, enggan memahami kesulitanku, kembali individual, fokus pada pencapaian pribadi. Pada titik ini, aku kembali sendiri. Itulah maksud kalimat pertama.

0 komentar:

Posting Komentar