Jauh menjadi sensasi para hipster dalam menjangkau jarak yang sepertinya tak bertepi. Namun jauh (yang bukan hanya jarak) pula yang memisahkan sebuah pertemuan.
Jangan harap kekal, jika mempertahankan saja sulit. Tapi harusnya memang tak sengotot itu mempertahankan fana, karena kita sadar semua yang didapat akan kembali suatu saat. Berpisah menjadi jalan, membuka ruang bagi mereka tuk kembali, membuka kehidupan baru, cerita baru, lembaran yang terisi dengan hal baru. Sebelum itu benar-benar mengikat kita, dengan kesadaran akan saat perpisahan, maka tinggalkan sebelum benar-benar perih menyayat hati.
Sebelum benar terikat, pergi jauh adalah hal terbaik. Jangan mengikat, jangan mengikat, jangan mengikat..
Jauh jadi pilihan. Jauh bisa saja menghibur hati, sebelum kedekatan membawa kita terlena dalam candu sesaat.
Dari sekarang, mulai mengamalkan makna "jauh". Karenanya, akan ada dekat yang nyata, dekat yang tegas, bukan sekedar dekat yang menghibur.


0 komentar:
Posting Komentar