Jadi ceritanya sepupu (anak
paman) mau menikah besok. Seperti biasa, tradisi keluarga mengharuskan
kumpul-kumpul untuk persiapannya. Saya pikir dari dulu kenapa ga pakai jasa
katering atau wedding organizer sekalian.
Baru sekarang saya menyadari pentingnya acara seperti ini dan menambah
kesakralannya.
Puncaknya di H-2 sampai H-1.
Segenap keluarga, utamanya anak cucu nenekku yang bejibun, berkumpul. Semua manual,
mulai dari transaksi kambing sampai menjadi sate, mulai dari konsepan kue
pengantin sampai jadi, mulai dari setting tempat sampai jalannya acara. Kita seakan
menjadi event organizer besar, semua
bekerja, semua beriring dalam harmoni. Hari ini, aku jadi benar-benar percaya
kita tidak butuh wedding organizer.
Aku jadi rindu masa-masa
ini. Dulu tiap lebaran pasti rumah nenek seperti barak raksasa, tempat
berkumpulnya anak-anak nenek yang mulai menginap dari H-3 lebaran. Sekarang mungkin
tidak seramai dan se-intensif itu. Jadi momen berkumpul seperti ini sangat
berharga bagi kami, bagi yang benar-benar menikmatinya.
Keluarga. Satu kata berbagai
makna. Kata inilah yang seringkali mengharuskan seseorang di perantauan
berpulang kampung. Kata inilah dimana istilah homesick & mudik menginduk. Kata inilah dimana seseorang akan
dipandang sebagai insan terbaik yang dibentuk di lingkungan tersebut. Meski,
lingkungan lain pun punya klaim atas kata itu, namun tak ada yang setulus
keluarga sesungguhnya.
Hari ini, hari rabu yang
sudah memasuki tengah malam, kakak dan bibi masih sibuk mempersiapkan konsumsi
untuk esok hari, model prasmanan yang membutuhkan logistik yang tidak sedikit. Makan
besar.


0 komentar:
Posting Komentar