In my humble opinion, there is no love relation (baca: pacaran) anymore. Faktanya, hal itu (baca: pacaran) dapat mengubah apa? Segalanya. Oke. Mengubah kegalauan orang menjadi tingkat expert? Mengubah ke-mellow-an orang menjadi dalam kondisi awas? Selain itu?
Saya kurang berpengalaman mengenai hal ini. Aku cukup bisa menerima alasan para ikhwan dan akhwat mengenai konsep pacaran (atau sekedar pelarianku agar bebal disebut jomblo). Namun realita berkata lain. Kata kakekku, zaman sudah berubah. Lingkunganku berada di pusaran orang berasmara. Kost, kampus, lingkungan rumah, teman-teman, kaka angkatan, adik, keponakan, bibi, sepupu, orang lewat, di jembatan, di taman, di warnet, semua memahami itu, mengenal itu, melakukan itu (baca: pacaran).
Pemahamanku sampai pada "oh ya, semua orang punya rasa kasih sayang, jadi masihlah bisa dikatakan wajar". Tapi, semakin tinggi jenjang yang ku jalani, semakin pelik fakta yang terjadi. Tak usah bercerita tentang "kelebihan" itu. Kita sama-sama tahu.
Jadi, haruskah aku doing some love relationship?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar