Rumah

Rumah berarti tempat tinggal, tempat bernaung, tempat berteduh, tempat kembali bagi penghuninya, tempat kembali setelah berlelah-lelah mencari penghidupan diluar rumah.

Aku selalu teristimewa dengan kata rumah, karena rumah memberikan kenyamanan tak terperi bagi penghuninya. Betapapun masalah yang dihadapi di rumah, se-njelimet apapun masalah di rumah, pasti ada satu masa dimana kita akan rindu suasana rumah, bercengkerama bersama, berdiskusi banyak hal, menumpahkan seluruh keluh kesah yang dialami untuk dicarikan solusi terbaik. Selalu ada titik saat individu mengalami kejenuhan diluar untuk kembali pulang ke rumah.

Orang lain mempunyai pengartian lain mengenai rumah. Kriteria yang cocok menurut masing-masing orang mengenai rumah jelas berbeda. Menjadi susah bagi kita memaksa orang untuk menjadikan rumah kita adalah rumah mereka juga. Aku tidak akan pulang ke rumah orang lain, melainkan rumah sendiri. Sebaik-baik rumah, sebagus-bagus interior, seapik-apik furniture, Seramah mungkin penghuni, Sepuas apapun pelayanan, tetap kerasan tinggal di rumah sendiri.

Jika orang sudah menganggap rumahku bukanlah rumahnya, apa mau dikata. Bicara rumah berbicara juga kenyamanan di dalamnya. Takaran kenyamanan bukan kita yang mengukur, tapi masing-masing penghuninya. Banyak faktor seseorang akan memilih tinggal di rumah yang kita kehendaki, dan aku tidak dapat menjangkau faktor-faktor itu.

Tapi kamu pernah tinggal serumah denganku, walau sekarang kamu punya rumah untuk ditinggali. Seyogyanya pernah bersama, aku dan penghuni lain tetap menunggu kehadiranmu untuk seminggu, 2 minggu, sebulan, setahun, sampai kau mau kembali. Selayaknya keluarga di rumah, yang terlihat acuh tak acuh, padahal di belakang selalu menanti kedatanganmu yang langka. Ayolah bareng-bareng, tetapkan kriteria rumah yang nyaman menurutmu untuk ditinggali. Lalu terapkan untuk diri sendiri dulu. Karena jelas, orang lain punya kriteria masing-masing untuk sebuah rumah.

0 komentar:

Posting Komentar