Aku selalu suka perjalanan. Jaman kecilku dulu tidaklah selalu mengalami perjalanan. Namun justru karena perjalananlah aku terbentuk.
Keinginan untuk melanglang buana telah aku sematkan sejak kecil. Kala itu adalah waktu paling bersemangat untuk melakukan perjalanan, meskipun membuat repot banyak orang. Entah itu basa-basi belaka atau yang benar-benar serius mengajakku pergi, tidak terucap kata 'tidak' untuk tawaran berkunjung ke suatu tempat. Sampai pernah aku mengikuti mobil saudara hingga akhirnya tertangkap mama, karena hanya ingin melakukan perjalanan.
Sampai tiba waktuku mencapai jenjang lebih lanjut, aku belajar memaknai perjalanan. Perjalanan bukan hanya diisyarati dengan permodalan yang cukup, bukan juga untuk sekedar berfoto ria ditempat yang ku kunjungi. Lebih dari sekedar itu, di setiap perjalanan yang aku tempuh, aku mencoba belajar bagaimana peningkatan diri kedepan setelah perjalanan yang ku lakukan. Mama pernah berpesan saat mohon ijin berangkat mendaki ke gunung tertinggi di garut, Gunung Cikuray. "(Mama) boleh saja mengijinkan kamu pergi mendaki, tapi harus ingat apa yang akan kamu dapat di gunung sana? Perubahan apa yang akan kamu bawa untuk hidupmu sendiri sepulang dari perjalanan kesana?"
Aku selalu suka perjalanan. Orientasi perjalananku haruslah berubah. Jika hanya mengejar destinasi semata, apa guna para hippies mengejar jangkauan dunia kepadanya?


0 komentar:
Posting Komentar