Belum Plong

pada satu titik aku melihat tentang ironi
begitu tegak berdiri menantang nurani
menggugah hati untuk berani
melesap hingga celah sendi

apa aku salah
fokus terbelah
tapi apa dilalah
yang sudah kubilang "biarlah"

pada satu titik di masa depan
inginku perbaiki kehidupan
menjadi orang yang lebih mapan
yang jempol pun tidak berlaku lagi isapan

inilah aku
pada satu siklus hidupku
tidak mau trus terpaku
mempersempit tangan untuk berpangku

0 komentar:

Posting Komentar