pada satu titik aku melihat tentang ironi
begitu tegak berdiri menantang nurani
menggugah hati untuk berani
melesap hingga celah sendi
apa aku salah
fokus terbelah
tapi apa dilalah
yang sudah kubilang "biarlah"
pada satu titik di masa depan
inginku perbaiki kehidupan
menjadi orang yang lebih mapan
yang jempol pun tidak berlaku lagi isapan
inilah aku
pada satu siklus hidupku
tidak mau trus terpaku
mempersempit tangan untuk berpangku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar