![]() |
| Aksi Teatrikal Mahasiswa sebagai bentuk kekecewaan Akan Kebijakan Kampus |
Kehidupan berorganisasi di kampus begitu hidup dengan
kehomogenannya. Teater kampus sebagai salah satu bagian yang spesifik dari
warga kampus menjadikan kampus dinamis. Gerak gerik dalam teater menunjukkan
gestur yang pasti membuat kita berpikir-pikir apa artinya, dan menimbulkan
berbagai persepsi yang menarik untuk didiskusikan. Di situlah dinamisasi kampus
terjalin. Anak-anak teater begitu atraktif dan kreatif dalam menyuarakan
pendapatnya. Tak terkecuali dalam sikap kritik terhadap kebijakan birokrat
kampusnya.
Teater kampus dalam fungsinya sebagai alat kritik memanglah
tidak menyalahi aturan. Jika menengok track
record teater kampus di awal kemunculannya, itu sarat akan kritik. Nandang
Aradea, Wawan Sofwan, Iswadi Pratama, dan Yudhi Tajuddin, adalah deretan nama
yang muncul dari seni pementasan kampus. Teater kampus berkoordinasi dengan
pers mahasiswa dalam mengkritik kebijakan kampus yang tidak pro mahasiswa.
Seringkali cara seperti ini ampuh, sampai pihak birokrat kampus gerah dan mengguncang
pihak birokrat yang selama ini terlihat “untouchable”. Setidaknya hal itu yang
saya lihat di kampus sebelah.
(dalam Argumentasi kompaskampus edisi Teater Kampus yang tidak diterbitkan)



0 komentar:
Posting Komentar