Apa yang Salah?

"Menunggu saat yang tepat" menjadi secuil pecundang yang menghadang setiap hela nafas hidup. Dengan nada berat dan menyesal, aku salah satu orangnya.

Aku geram sendiri melihat kelakuanku. Ingin rasanya terbebas dari belenggu ini. Tapi apa daya, aku pun masih "Menunggu saat yang tepat" untuk terbebas dari belenggu ini. Miris..

Jika tidak begini, bisa saja aku meraih mimpi-mimpi yang sekarang hanya sebatas asa. Masih banyak pekerjaan, masih ada proyek, masih ada garapan, namun im still 'mager' and lay in my bed.

Perdebatan batin seringkali terjadi. Namun ya itu, debat tinggalah debat, realisasi 0 (nol) besar. Terkadang pergolakan batin hanya bisa ku nikmati sendiri, tanpa menyadari ada hal yang secara urgensi lebih besar dikerjakan di luar. Diri ini seakan memiliki dua jiwa yang saling sikut dalam merebut tahta tertinggi Homo sapiens bernama Adhitya Abdul Aziez Alhakim ini. Hufft.. untuk memimpin diri sendiri saja susah..

Apa yang salah ? Aku mengendus satu faktor yang general dalam kasusku. Faktor ini sekiranya bisa ditangani dengan cepat namun efeknya belum bisa di rasakan dalam kurun waktu dekat ini. Namun, sampai sekarang aku masih "Menunggu saat yang tepat" untuk memperbaiki diri.

0 komentar:

Posting Komentar