Sepi

Kesepian

Aku sudah sendiri... sepanjang hidupku.

Tapi dengan kompensasi kecerdasan.

Dan itu sudah cukup?

Seharusnya.

Jika ada yang begitu beruntung menemukan tempat di dunia, dan jiwa lainnya dengan yang kesepian bisa menetap.

Kau tahu tempat dimana dua jiwa seperti itu bisa menetap?

Itu sebuah tawaran yang tak seperti pernah aku dapatkan. Dia ingin berbagi kesendiriannya denganku. Nantinya aku sadari betapa fatalnya keputusan yang aku buat.

Waktu kami bersama berlalu begitu cepat. Kurang dari satu jam, sebenarnya. Namun kematiannya membuatku melihat jika sifat manusia adalah misteri... dimana logika saja tak mampu menerangi.

Aku berhasil menyimpulkan fakta-fakta atas kasusnya, tapi aku gagal untuk memahami maknanya. Tak pernah aku merasa begitu dimengerti kekosongan dalam diriku. Hanya saja saat aku mulai mengerti... betapa begitu sendiri aku berada di dunia.

Dia pernah datang sekali. Aku beritahu dia tentang kasusnya, semuanya secara terperinci. Dia membawaku kembali dari tepi jurang. Lalu kemudian dia menuliskan ceritanya. Dia menjadikan aku pahlawan.

Sesuai caranya yang memiliki banyak kebaikan. Dia tahu tak ada cara lain... dalam menuliskan karakter yang telah dia ciptakan. Setelah bertahun-tahun, dia tidak mengenalku sama sekali. Tapi dia sendiri tak mampu untuk menghancurkannya juga. Setelah itu, dia dan aku terasing.

Tiga tahun kemudian, dia juga telah tiada, tanpa kami pernah mengatakan selamat tinggal. Dan dengan begitu menyimpulkan kisah nyata... dari seorang wanita yang meninggal sebelum ajalnya, dan pria yang hingga kini masih menjalani hidup lebih lama.


Mr. Holmes (2015)

2 komentar:

  1. Ada hal yang sulit dipahami. Fakta seperti apa yang didapat sehingga tak bisa memaknai?
    Sesulit itu kah menemukan elegi dibalik misteri?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam memaknai manusia, logika saja tidak cukup. Manusia bukan kumpulan terjemahan enkripsi. Yaaa belajar banyak lah memahami manusia

      Hapus