Balon


Balon tak seperti roda. Balon tidak berputar menandakan sedang dalam posisi diatas atau dibawah. Balon senantiasa berekspektasi untuk mencapai ketinggian, meraih langit, menembus cakrawala, mensyukuri nikmat-Nya dari atmosfer. Balon tak sebijak roda yang dengan filosofis mengajari nilai kehidupan. Balon seperti itu adanya.
 

Balon butuh waktu sampai dirinya siap mengudara. Balon ditempa dengan daya elastisitas supaya  dapat menampung udara dalam jumlah cukup. Balon udara itu terus mengisikan hidrogen dalam jumlah besar, sehingga dalam waktu singkat siap untuk diarak terbang. Balon yang berkembang dan siap diterbangkan bisa kempes, mengulur teratur, membunyikan suara halus kekecewaan, kadang berbunyi “prepet” nada keras menegur kinerja.


Mungkinkah sang balon sudah kehilangan daya elastisitas untuk mengembang, sehingga kendor ketika mengisi gas untuk yang kedua kalinya? Atau ada bocor halus di beberapa bagian, sebagai akibat terburu-buru dibawa ke arena penerbangan? Who knows

0 komentar:

Posting Komentar